Pages

Monday, November 17, 2008

Kalah dan Menang itu Biasa...really??

Demokrasi di Indonesia umurnya bisa dibilang masih muda. Muncul setelah adanya (so called) gerakan repormasi di Indonesia. Sampai saat ini yang namanya proses demokrasi tetap berkembang.

Setelah reformasi banyak hal yang mengalami perubahan ataupun penyesuaian. Ambil contoh aja tentang pemilihan pemimpin, baik tingkat nasional atau daerah. Sekarang ini jamannya pemilihan langsung, tidak lagi dengan sistem penunjukkan seperti sebelumnya. Bisa dikatakan, sekarang rakyat (harusnya) mempunyai kekuasaan dan keleluasaan untuk menentukan arah-mengoreksi sampai memilih pemimpin yang diinginkan.

Sesuai dengan semangat demokrasi itulah, pemilihan pemimpin dilakukan secara langsung. Tetapi karena keterbatasan pemahaman aturan dan proses demokrasi yang baik, sampai saat ini pelaksanaan pemilihan pemimpin terutama Pilkada masih banyak menimbulkan masalah. Masalah ini timbul baik dari awal masa sosialisasi, kampanye, pemilihan bahkan sampai penetapan hasil. Dengan banyaknya jumlah propinsi, kabupaten dan kota bahkan sampai tingkat desa, menyebabkan proses pilkada menjadi 'acara' yang sering terdengar. Syukur kalau positif...tapi sepertinya banyak negatifnya deh v^_^. Mulai dari kecurangan saat kampanye sampai tidak-terima pada hasil pemilihan yang sudah dilakukan.

Proses demokrasi adalah proses pembelajaran dan pendewasaan, terutama dalam berpolitik. Entah kenapa, sepertinya ada sebagian oknum yang malah melakukan pembodohan publik atau masyarakat untuk kepentingan sesaat. Idealnya adalah semua sama-sama melangkah maju ke pemahaman yang lebih baik. Kalau menurut pendapat saya, pemimpin yang berhasil adalah yang mampu meningkatkan harkat dan martabat orang-orang yang dipimpinnya. Tanpa hal itu, maka amanah yang diberikan akan menjadi sia-sia, baik dimata manusia atau di mata Tuhan.

Dalam pemilihan kalah atau menang adalah pilihan yang mutlak dan tidak bisa ditawar. Tetapi hal yang juga tidak kalah penting adalah proses yang dijalankan untuk mencapai tujuan akhir tersebut. Kemenangan yang disertai proses tidak baik, nantinya akan berimbas kembali cepat atau lambat. Kedewasaan dan pemahaman mutlak dipunyai oleh siapa saja yang ingin belajar berdemokrasi dan berproses.

Regards,
Eny Widiya

Sunday, November 09, 2008

Bara: Metropolitan kampus

Buat anak-anak ipebe pasti dah akrab ama yang namanya Bara alias Babakan Raya. Sumber segala kebutuhan hidup manusia, mulai dari makanan, potokopian sampai tempat kredit hwehehehehe. Yang pasti we can't live without Bara.

Selama tahun-tahun kehdupan gw jadi mahasiswa, gw dah lihat perubahan Bara dari TPB ampe sekarang. Jaman dulu (uzur bgt gak siyy gw...) Bara masih berupa jalan kasar, yang kalau ujan beceknya setengah mati. Kalau ujan, lu bisa berenang tuh di jalan...becanda... Buat yang inget jalan Bara taun 2002-2003an tuh bikin alergi melangkah kalo lg musim ujan, which is kaga bisa diperkirakan datengnya di Bogor tercinta ini.

Sekarang siy Bara udah mulus...jalannya dah diaspal rapi. Karena jalannya udah bagus, otomatis berdampak pada mudahnya konsumen" berseliweran. Faktor itu dan juga faktor makin banyaknya mahasiswa ipb di darmaga yang bikin usaha di Bara makin rame. Kios-kios bertebaran sepanjang jalan, belum juga kaki limanya. Yang cari makan, cari hiburan, cari temen sampai cari kecengan ngumpul di Bara. Berhubung kalau ke KOta ongkos mahal dan perjalanan rada lama, Bara jadi pilihan utama deh.

Bara is METROPOLITANNYA Darmaga. Segalanya ada disini, Bateng ama Balio aja masih kalah pamor. Kalau lagi pulang kampung pasti kangen dengan Bara yang fotokopinya murah, akses internetnya bejibun dan murah, pelayannnya cepat dan efisien (kl gak, pasti ditinggalin massa).

Regards,
Eny Widiya

Bogor Ujan Deuy!!

Yang namanya Bogor, kurang seru emang kalo gak ujan. Setelah hari-hari yang panas luar biasa, akhirnya Bogor ujan juga. SEbenernya gak ada official time buat ujan di Bogor. Mau musim kemarau, musim ujan, musim mangga atau musim duku...teteup aja ujan di Bogor suka-suka datengnya.

Yang bikin ujan kali ini lebih bermakna dibanding ujan yang biasanya adalah pelengkapnya itu loh... Ujannya udah sepaket ama guntur gede adam petir yng dahsyat, menyeramkan lah pokoknya.

Ujan bikin gak bisa kemana-mana. Pernah minggu lalu ujan dari sore ampe malem, gw kelaperan berat dan kaga bisa keluar soalnya gak punya payung. Hiks...jadilah gw harus menunggu ujan agak reda sebelum pegi beli makan di Bara.

With all of the rain story....I still love Bogor!!

Regards,
Eny Widiya

Tuesday, October 28, 2008

Gaul-nya (so called) Capres '09

Setaun terakhir ini gw ngerasa media (terutama eektronik) mulai dibanjiri ama iklan-iklan politik. Yang paling utama siy biasanya iklan tokoh dan bukan partai. Sampai pernah di suatu masa semua media cetak-elektronik dibombardir ama tagline Hidup adl Perbuatan. Dan yang lebih make me shock (atw ngeri...) tuh orang ternyata masang mukanya juga di jaringan bioskop21. Kebayang dong gimana rasanya pas lagi pengen nonton pelem, ternyata (sempat-sempatnya) disuguhi juga iklan politik.

Nah...lately gw ngerasa mulai rada-rada tertarik ama orang-orang yang katanya mau jadi capres ini. Entah serius or just selling themself, yang pasti deklarasi kesediaan jadi capres dah pada dikumandangkan. Karena di tipi iklannya sebagian besar hanya memuat sedikit informasi, makanya gw berinisiatif mencari lwt internet.

Buka google, masukkan nama, keluar hasil...

Tadinya gw pengen nyari situs resminya, not network-type site. Maksudnya disini bukan prenster, pesbuk, dll, dsb, etc gitu. Ternyata yang punya situs resmi cuma Prabowo Subianto, Rizal Mallarangeng punya akun di pesbuk. Yang lainnya malah gak ada official site-nya.

Mungkin gw aja yang belon nemu semuanya. Tapi coba aja search di google, maybe ada perubahan hwehehehe. Tujuan gw siy cuma nyari info yang lebih jauh ttg orang-orang yang sering 'nampang' di tipi. Know more about ur candidates. Alangkah senangnya kalau gw nemu link ini di Indonesia v^_^.

Regards,
Eny Widiya

Monday, October 27, 2008

US08

Gw yakin pasti ada jutaan orang Indonesia yang udah baca atau bahkan mengikuti perkembangan pemilihan pilpres di USA. Alasannya macem-macem, but one thing for sure...they'll vote for Obama. Sosok ini udah gak asing di Indonesia, bahkan dapat julukan "anak menteng" segala.

Gw pertama kali kenal Obama siy pas acara oprah show. Pada saat itu dia belum deklarasi meu jadi capres. He attend the show to promoted his new books 'The Audicity of Hope', buku yang kedua setelah buku pertama tentang bokapnya. Disitu gw cukup kagum ama beliau, terutama ama kemampuannya menyampaikan hal-hal penting dalam tulisannya. Dan yang pasti, itu tulisan dy sendiri. Biasanya (udah jadi rahasia publik) banyak buku yang ternyata pake pseudo-author.

Nah...balik ke US2008. Yang pengen gw bicarain tuh soal Sarah Palin. Di Amerika yang katanya negara bebas diskriminasi ternyata masih pseudo juga hwehehehe. Pas Hillary vs Obama siy isu dfiskriminasi ini gak terlalu keras. Tapi pas Palin resmi ditunjuk jadi tandem McCain, mulai deh bertebaran isu-isu atau bahkan fakta yang kurang okeh ttg ibu yang satu ini.

Perasaan gw, dulu pas Hillary vs Obama, hal-hal seperti pakaian, penampilan tuh dibahas positif-positif aja. Napa yah sekarang pas Palin, hal-hal 'cewek' tersebut justru dibahas cenderung negatif. Mungkin ini yah yang namanya strategi kampanye lawan. Tapi teteup...kadang-kadang gw kesel aja baca berita Palin yang bahas baju-baju mahal, tempat belanja mentereng, kacamata mahal dan yang lebih bete lagi ada produser pelem bokep yang terinspirasi ama Palin dan bikin film dgn artis yg mirip Palin. Pliss dong ah...

Sebagai warga negara dunia yang bebas mengemukakan pendapat dan berpreferensi, gw emang jagoin Obama dari awal. Tapi berita-berita negatif ttg 'perempuannya' Palin bikin gw rada mangkel. Duh...susahnya jadi cewe yah...banyak cobaan. Sing sabar yooo....

Obama for Change!!

Regards,
Eny Widiya

Sorry

Sorry, is one word that (people said) mean everything. Ada yang bilang, kata maaf itu adalah kata yang tdak mudah diucapkan. Menurut gw, justru kata maaf saat ini amat mudah diucapkan dan terkadang mulai kehilangan maknanya.

Maaf tidak hanya sekedar maaf. Kata maaf tidak akan berarti banyak tanpa adanya kesungguhan untuk mewujudkan kata maaf tersebut dalam bentuk atau realitas lain selain kata maaf. Tidak hanya kesungguhan dalam mengucapkan kata maaf saja yang diperlukan. Hal lain yang tidak kalah penting adalah kesungguhan untuk memperbaiki kesalahan yang telah dibuat sebelumnya. Tanpa adanya hal tersebut...sorry is just sorry...

Regards,
Eny Widiya