Pages

Wednesday, June 18, 2008

Rokok; Basi gak siy!!

Ni pengalaman gw waktu lagi makan brg ama temen-temen. Kebetulan abis makan, trus dilanjutkan dengan diskusi ringan dengan tema ROKOK. Kayanya tema ini gak pernah abis dan tuntas dibahas, baik di kalangan rakyat or pemerintah sekalipun.

Soal rokok itu kita bahas fakta-fakta yang beredar ama opini pribadi masing-masing. Pokoke, dari obrolan itu kesimpulannya kita semua gak ada yang sepakat dengan para perokok, terutama yang melakukannya di tempat umum. Secara, yang dirugikan bukan cuma diri sendiri tapi juga orang sekitarnya. FAkta yang ada di Kompas mengungkapkan bahwa lebih dari 40% cewek jadi perokok pasif dan tingkat perokok aktif di kalangan remaja dan anak-anak juga berangka besar.

Yang kemudian menjadi masalah adalah, ketika ada 2org pria di meja sebelah yang dengan cueknya kemudian menyalakan rokoknya. Gubrak!!! Plizz donk, baru aja dibahas gitu. Begitulah muka sebagian perokok aktif di Indonesia. GAk di tempat makan, gak di angkot, gak di kereta or di tempat-tempat umum lainnnya....banyak yang masih merokok dengan cuek dan tebal mukanya. SEbelllll...!!

Problem rokok ---> gak pernah selesai!!

Regards,
Eny Widiya

Opening Euro2008

Finally...EURO 2008 mulai juga niyy. Asyik...bisa nonton Italy jadi juara (ngarep bgtttthhh gitu loch....).

Pas malem-H (secara di Indo-nya malem red.), gw dengan semangat nangkring depan TV broadcast Indonesia. Tapiiiiii....yang namanya gratisan yah banyak syarat-syaratnya, iklan bejibun, acara pendahuluan, kuis, komentar, dll, dsb, etc. Yang lebih nyebelin lagi, masa bintang tamunya Wapres alias JK yg asli. Gw kan lagi BT bgt ama niy orang gara-gara mslh BBM. Mana komen-nya rada gak penting amat. Yah...once again...kita mah minoritas, hanay bisa pasrah.

Setelah acara pendahuluan dan embel-embel selama hampir 2 jam, mulai juga deh openingnya. Dengan resminya Euro 2008 dibuka, mulailah malam-malam begadang penuh cemilan. Huahhhh...kayanya berat badan bakal nambah, ukuran baju nambah, jam tidur pagi nambah juga. Waduhhhh...jadi gak produktif. Ayo...olahraga...olahraga!!

Ayo semua, dukung Italy jadi juara Euro 2008. I give all my heart to Azzuri!!

Regards,
Eny Widiya

Sunday, March 16, 2008

Fans Berat Cinta Laura

Ehem...ehem...kayanya rada gak enak juga ngomongin nih anak satu. Tapi gimana dong...enak gitu nyela"nya hwehehehehe...

It begins with tayangan di tipi ttg kisahnya CL. Tadi dikosan gw lagi pada ngumpul-ngumpul dan kebetulan lagi ada tayangan ttg CL di tipi. Mulai deh celaan-celaan pada keluar semua. Sebenernya yang bikin males tuh logatnya yang gak bgt dah. Yah...sorry aja buat yang asli nge-fans....we're not part of you guys hwehehehe.

Baru aja gw buka wikipedia and nemu link wikiQuote, langsung aja gw klik. Tak disangka tak dinyana, gw nemu namanya CL di list quote. Sumpah gw ngakak-ngakak di warnet...lucu bgt dah. Coba aja baca sambil bayangin CL herself ngucapin kalimat itu. HUAHAHAHAHAHAHA....

Here's some example...
* "Ichu bechul"
* "Memang lingkungan aku jarang banget ngomong Indonesia, kebanyakan bahasa Inggris."
* "Aku gak merasa malu waku diledek kalau lagi ngomong, aku harap sih dengan begini bisa diikuti anak lain. Ini juga bisa jadi identitas aku, biar mudah dikenal, karena ini alami."
* "Kata mama aku, perfume itu wanginya gak longlasting... Jadi mendingan kasi bracelet from platina"
* "Aku pengen ke America atau ke England kalau udah masuk ke university. Kalau di England pengen ke Oxford, kalau di America pengen ke Harvard atau Yale atau Princeton"
* "Banyak orang-orang yang ikut dunia entertainment langsung drop out of school, itu menurut aku that's really really stupid. Soalnya mereka nggak pikirin long term"
* "Not all beautiful people bisa menjadi famous"
* "Udah ujan, becek, gak ada ojek...."
* "Makanan favorit Cinta tuh, cuna syusyi (baca : tuna sushi)"
* "Cinta ingin berhenti waktu career Cinta sedang naik, biar tetap dikenang so kalau orang-orang mengingat Cinta itu oh my God, Cinta Laura..."
* "Dari kecil papa sudah punya banyak mobil waktu di German kita punya 5 mobil tapi karena garagenya tidak cukup jadi papa menjual mobil-mobil itu tinggal 2. Tapi aku paling suka yang Audi A4..."
* "Kalo di sekolah, karena aku kecil di Jakarta Internasional Scholl, kan aku kelas 9. Kelas 9 itu kan ada 250 orang, tapi masih dibagi-bagi gitu."
* "trus aku liat semua orang makan kebhab, makan shandwich, susyi, phisya, cookies, dan semua yang manis-manis dan it's very enak-enak. I'm like.."
* "Jadi aku belii.. Hihhihih.. Emang sih aneh, tapi aku beli hmmm.. Chuna Susyii.. Sama aku juga beli schrowbery pudding. Soalnya vichaminnya sama procheinnya chyukhup"
* "Saya jarang makan makanan di warung gitu karena banyak ehmm.. Toxic."
* "Kata Papaku, aku gak boleh beli obat di warung, because gak ada label dari health department. I meant Departemen Kesehatan."
* "My first car? Mmm... I don't know. Karena aku mmm... Aku sudah ganti mobil is about 8 kali. Oooww... I know, I have my first car pas aku umur 8 tahun, karena ulang tahun yang ke-7 itu hadiahnya kolam renang."
* "Mama Papa punya apartment di Bali. Kalau libur Cinta ke Bali. Bali is like a second home. I love Bali so much, di sana banyak orang campur-campur."
* "Rambut aku natural aja, soalnya rambutku texture-nya udah mulai ilang. Sebenarnya aku gak terlalu banyak rules, modelnya whatever, asal gak terlalu banyak blow."
* "Well... I think global warming is cool!"

Yah...itung-itung penyegaran dah. I trully honoured her as one of the funniest person in Indonesia. Sekali lagi buat para fans beneran jgn marah yah hwehehehe.

Regards,
Eny Widiya

Friday, February 22, 2008

Pentingnya Pendidikan

"...Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat..." (QS 58:11)

Ayat diatas hanya sebagian dari firman Allah tentang kedudukan ilmu dan perlunya menuntut ilmu. Pendidikan yang kita terima menentukan derajat kita di dunia dan di akhirat nanti. Pendidikan akan membantu manusia untuk menjalani kehidupannya di dunia.

Salah satu acara favorit gw adalah The Oprah Winfrey Show yang tayang di MetroTV hari Kamis-Minggu jam10 pagi. Every single show means a lot to me, tapi tema yang paling berkesan adalah tentang pendidikan dan orang-orang yang care ttg pendidikan. Ada banyak hal yang membuat gw tersentak dan berpikir kembali tentang diri gw sendiri dan lingkungan sekitar.

Selain menuntut ilmu, selama menjadi mahasiswa gw juga aktif di organisasi. Banyak hal yang gw pelajari mulai dari manajemen organisasi, fund raising, pengabdian sampai politik. Dari semua hal itu gw dapat pengalaman, pelajaran dan kepuasan pribadi. Tetapi yang paling berkesan dan menurut gw memperkaya batin adalah pengabdian ke masyarakat. Sehubungan dengan status gw yang masih mahasiswa dan punya sumber daya yang terbatas, yang bisa gw bagi adalah pengetahuan.

Salah satu program kerja di HMI adalah TPA Insan Cita. Disini gw ama beberapa temen" KOHATI ngajar ngaji tiap hari minggu pagi di GSMI. Muridnya adalah anak-anak penduduk sekitar sekretariat HMI. Anak yang belajar disini masing-masing punya background keluarga yang beda. Ngajar mereka gampang-gampang susah, kadang menyenangkan tapi tidak berarti gak bikin rambut ubanan karena nakalnya. Tapi dari pengalaman ini, kita sama-sama belajar. Mereka belajar dari kita dan kita belajar dari mereka, secara langsung maupun tidak langsung.

Tiap waktu yang gw lewatkan dengan anak-anak TPA Insan Cita tidak ada yang tidak bermanfaat buat gw pribadi. Gw banyak belajar dari mereka, belajar sabar, belajar menyampaikan ilmu, belajar berempati, dan belajar mensyukuri tiap anugerah yang Allah kasih ke gw. Dengan memberi kita belajar untuk tidak egois dan peduli terhadap lingkungan sekitar. Hal-hal tersebut akan memperkaya batin kita sebagai manusia dan sebagai hamba Allah.

Pendidikan adalah salah satu solusi untuk mengurangi masalah-masalah yang banyak menimpa kita saat ini. Tingkat kriminalitas, kemiskinan, pengangguran dsb mungkin dapat dikurangi dengan pendidikan dan keterampilan. Sebagai mahasiswa dan juga manusia, kita dapat berbuat sesuatu dilingkungan sekitar kita. Berbagi pengetahuan, pengalaman dan keterampilan dengan orang lain tidak akan memberikan kerugian pada kita, bahkan sebaliknya manfaat jangka pendek dan jangka panjang pasti akan datang dengan sendirinya. So...start to think about others beside yourself.

Regards,
Eny Widiya

Pasar Tradisional vs Hypermarket

Hampir enam tahun menghuni Bogor tercinta sebagai mahasiswa rantau dari daerah telah memberi banyak pengalaman dan pelajaran. Selain itu, gw juga merasakan perubahan dan perkembangan yang terjadi di sekitar gw tepatnya di wilayah Bogor. Yang paling menonjol dan menarik perhatian gw adalah betapa pesatnya pertumbuhan pusat-pusat perbelanjaan, terutama yang skala besar seperti hypermarket.

Beberapa tahun lalu supermarket menjadi semacam 'idola' masyarakat dalam berbelanja. Tetapi beberapa tahun ini mulai digeser pamornya oleh yang namanya hypermarket. Namanya juga hyper, tentunya lebih luas-lebih lengkap-lebih besar-dll dibandingkan dengan supermarket. Keberadaannya pun semakin menjamur dimana-mana. Di wilayah Bogor aja sudah ada 4 hypermarket yang sudah berdiri dan satu lagi dalam proses pembangunan.

Fenomena ramainya hypermarket ini tentu aja berdampak besar bagi iklim usaha disekitarnya. Aroma persaingan pun gak bisa dipungkiri makin tajam. Yang paling gampang kena imbas adalah pedagang-pedagang kecil dan menengah yang kurang (bukan tidak bisa) bersaing dengan pemilik modal besar. Bayangkan saja, sebagian besar hypermarket di Bogor jaraknya tidak sampai 1 km dengan pasar tradisional. Gaya hidup masyarakat kini mulai berubah, yang tadinya berbelanja di warung dekat rumah kini tidak lagi, yang tadinya membeli bahan makanan di pasar beralih ke hypermarket.

Pertumbuhan minimarket, supermarket bahkan hypermarket yang notabene bermodal amat besar semakin lama kian mengancam kehidupan pedagang kecil dan menengah. Dengan modal yang besar, para pengusaha punya 'kekuasaan' yang besar pula untuk mengendalikan produsen bahkan pasar. Kenaikan-kenaikan harga yang terjadi selama tahun 2007 mungkin saja merupakan ulah para pengusaha ini. Tidak bermaksud menuduh, tetapi pada kenyataanya yang terpukul atas kenaikan harga biasanya pedagang-pedagang tradisional sedangkan pengusaha retail sebagian besar tenang-tenang saja (bahkan ada yang ngasih harga lebih murah).

Ada banyak perdebatan mengenai pasar tradisional ama pasar modern (which mean hypermarket). Sebagian orang lebih memilih hypermarket yang lainnya masih memilih pasar tradisional. Pendapat Kak Ratna Sarumpaet di Silat Lidah 220208 patut direnungkan ama kita, dan secara pribadi gw sepakat sekali. Beliau berpendapat sebagai masyarakat yang cerdas harusnya tetap mempertimbangkan (kalau gak mau dibilang memaksa) pasar tradisional sebagai pilihan. Jangan hanya perpatokan pada kenyamanan pribadi saja, tetapi lihat juga efek tindakan kita tersebut. Dengan tetap berbelanja di pasar tradisional secara gak langsung kita membantu meningkatkan taraf hidup para pedagang kecil ini.

Negara yang baik adalah negara yang menciptakan peluang kerja yang luas bagi rakyatnya. Usaha kecil dan menengah harus mendapat prioritas pemerintah kalau ingin mengurangi angka kemiskinan. Masyarakat yang produktif akan berdampak positif pada pembangunan, bahkan dapat mengurangi angka kriminalitas. Seribu warung kecil akan lebih baik daripada sebuah hypermarket. Seribu warung kecil akan memberikan dampak yang besar pada masyarakat dibanding sebuah hypermarket.

Regards,
Eny Widiya

Puasa Sunnah

Teruntuk para mahasiswa dan terutama yang muslim, pasti pernah dong puasa sunnah? Maksud gw selain puasa di bulan Ramadhan... Alasan puasanya tentunya macem-macem kan, ada yang karena utang Ramadhan (ladies only), bayar nazar, pengen sesuatu dll.

Tapi ada lagi alasan yang melatarbelakangi beberapa kawan yang gw kenal, yaitu diet atau irit duit makan. Believe or not, they often did it based on those reason. Gw pribadi sebenernya puasa sunnah for bayar utang Ramadhan or nazar. Seingat gw, jarang gw puasa dengan alasan diet...secara...for my size puasa doang kaga menyelesaikan masalah huehehehehehe.

Buat mahasiswa terutama yang rantauan kaya gw, kudu pinter-pinter ngatur duit. Apalagi mahasiswa passing out alias (yang katanya) tingkat akhir biasanya kiriman udah gak selancar jaman TPB. Kalau jaman anak baru, mau minta apa aja dikasih (masih ada rasa bangga punya anak kuliah euy). Tapi makin lama ortu juga makin males (mungkin bete kaga2 lulus juga) ngasih. So, kemampuan manajerial duit adalah must have skill dah.

Back soal puasa...alasan menghemat duit ini nyata terjadi ama temen gw, katanya itung2 sekalian ibadah gitu. Yah yang namanya ibadah cuma Tuhan yang bisa menilai, kita cuma bisa ikhlas aja melaksanakannya. Namanya ibadah kan tujuannya mendekatkan diri ama Sang Pencipta, apapun bentuknya. Jadi buat para mahasiswa rajinlah puasa sunnah, banyak manfaatnya lho....

Regards,
Eny Widiya